BEM FIS UM 2014

BEM FIS UM 2014

Jumat, 18 Juli 2014

PEMBERITAHUAN KEPADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN TAHUN 2011, 2012, DAN 2013 YANG BELUM MENGIKUTI PKPT DIHARAPKAN MENGHUBUNGI FAISHAL HILMY M. SELAKU KETUA BEM FIS UM 2014. KONTAK 0857 5510 6955. 
KARENA PENTINGNYA SERTIFIKAT PKPT DIHARAPKAN SEGERA MENGHUBUNGI SAUDARA HILMY.

Senin, 23 Juni 2014

MAHA dari para SISWA

MAHA dari para SISWA

Terlenalah dalam nina bobo kenyamanan zaman,, dan biarkan “kami” pelan-pelan melemahkan kalian.

           
Mahasiswa terdiri dari dua buah kata Maha dan Siswa, peletakan kata Maha disini bukanlah hal yang bisa diangap sembarangan. Maha yang bisa diartikan sebagai besar, tinggi, tempat mengadu, pemberi harapan, dan label paling puncak untuk semua orang yang sedang terdidik. Sekarang ini pemberian kata Maha menjadi hal yang perlu dipertanyakan, mahasiswa saat ini cenderung tidak perduli dengan tanggung jawab dan peranannya. Seakan semua sudah lupa akan beban menyandang kata MAHA.


          Entah tidak mengerti atau memang sudah terjajah oleh sistem yang akhirnya membuat mahasiswa saat ini menjadi golongan intelektual yang cenderung bersifat hedonisme dan apatis. Mahasiswa selaku kaum intelektual tertingi sejatinya memiliki peranan selaku “agent social of change ” untuk membawa perubahan  sosial yang baik untuk bangsa ini. Golongan yang seharusnya bertanggung jawab akan masa depan bangsa saat ini dan dimasa depan.
          Lalu dimana Mahasiswa ketika rakyat saat ini menjerit akan kehidupan yang semakin sulit?  Kemana Mahasiswa saat negara membuat kebijakan-kebijakan yang justru menyengsarakan rakyat? Kemana Mahasiswa saat bangsa ini bergejolak dalam tarian pemiskinan yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin negeri yang lalim? Kemana Mahasiswa saat melihat negerinya terjajah dalam gengaman setan imperealis?  Kemana Mahasiswa yang dirindukan rakyat itu?
     
          Masihkah kau pantas menyebut dirimu Mahasiswa. Masihkah kau tetap menyombongkan dirimu sebagai agen perubahan. Jangankan untuk membawa perubahan yang baik, untuk mempertahankan ideologi bangsa pun Mahasiswa sudah tidak mampu.
          Berkaca akan semua ini apakah kita telah gagal sebagai mahasiswa. Ataukah memang paradigma yang berlaku saat ini hanyalah mahasiswa yang  sukses adalah mahasiswa lulus 3,5 tahun, mahasiswa yang nilai akademisnya diatas rata-rata. jika benar pantaslah kata Maha dihapus dari kata “Mahasiswa” yang melekat, karena kita tidak lebih dari seorang siswa SD yang mengejar peringkat dikelas. Tak ubahnya kita seperti makanan instan siap saji yang barangsiapa menggunakan/mengkonsumsinya terus-menerus akan penyakitan. Maukah kita jadi penyebab penyakitan bangsa ini?
          Bangun MAHASISWA, kalian sudah lama tertidur, bangun dari mimpi-mimpi semu yang telah membuai kita, mimpi-mimpi akan kehidupan menjadi orang kaya, sukses, berlimpahan materi, mimpi yang mengkotakkan kita dan membuat kita terfokus mengejar ambisi-ambisi pribadi. Bangsa ini lebih penting dari pada semua itu. Mewujudkan mimpi bangsa kita yang besar merupakan tanggung jawab kita bersama . Mari kita tunjukkan kepada rakyat, pemerintah dan generasi kedepan bahwa mahasiswa saat ini masih ada, mahasiswa masih mampu menjawab semua jerit tangis bangsa. Saatnya kita bersatu untuk melepaskan belenggu sistem yang melemahkan kita selaku Mahasiswa!
BANGUN, BACA, DAN TULIS
BERANI untuk NEGERI
Penulis : Gylang Virgo P (Mahasiswa HKn 2010, FIS UM)
Twitter : @gylangsae